Tips Memberikan Edukasi Seksual untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Tips Memberikan Edukasi Seksual untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Tips Memberikan Edukasi Seksual untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

regusrl.com – Kira-kira bagaimana reaksi Anda saat mendengarkan “edukasi seksual untuk anak berkebutuhan khusus” seperti ini? Apa Anda langsung menolak mentah-mentah, karena menganggap bahwasannya pendidikan seksual tersebut tak aka nada manfaatkan bagi anak-anak, apalagi bagi anak dengan kebutuhan khusus seperti ini? Atau, Anda menerima pemberian edukasi seksual bagi anak berkebutuhan khusus? Memang sih jawaban bisa saja sangat beragam, akan tetapi yang namanya pendidikan, tentu tidak ada yang salah jika diberikan kepada anak-anak kita, asalkan cara penyampaian dan pemberian dari pendidikan tersebut benar.

Tips Memberikan Edukasi Seksual untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

Bunda, memberikan pendidikan seksual ini ada baiknya dilakukan sejak usianya masih dini. Yang mana dalam memberikan pendidikan seksual tersebut diharapkan nantinya juga diimbangi dengan pemberikan pendidikan moral. Hal yang demikian ini bertujuan selain untuk menambahkan pengetahuan bagi sih anak itu sendiri, juga supaya sih anak tak lakukan beberapa hal yang menyimpang dari moral.

Lantas, bagaimana tips memberi edukasi seksual pada anak berkebutuhan khusus?

Pendidikan seksual pada anak berkebutuhan khusus ini memang tidak kalah pentingnya dengan pemberian pendidikan seksual terhadap anak yang normal. Pendidikan seksual dapat dilakukan dengan formal atau sekolah maupun informal atau orangtua.

Prof Sultan MH. Faradz adalah seorang direktur Pusat Riset Biomedik di fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro mengatakan bahwasannya ada baiknya dilakukan sejak usia sih anak 3 tahun  dengan cara memberitahukan pada sih anak mengenai anatomi tubuh setiap manusia, proses tumbuh kembang pada makhluk hidup dengan cara menjadikan binatang sebagai contoh atau pun memberikan pengertian mengenai menstruasi pada anak perempuan.

Dan jika menurut Dra Dini Oktaufik dari yayasan Intervention Service for Autism & Developmental Delay atau ISADD, orangtua lebih berperan daripada terapis di dalam memberikan pendidikan seksual tersebut pada anak berkebutuhan khusus. Orangtua diharapkan juga mempunyai kesabaran yang ekstra pada saat memberikan edukasi sebab anak berkebutuhan khusus ini umumnya mempunyai kadar emosionalnya yang tak stabil seperti anak normal pada umumnya. Serta mengajarkan secara bertahap dan juga berulang pada saat memberikan pemahaman tentang pendidikan seksual tersebut.

http://www.kuliahbahasainggris.com/recount-text-pengertian-tujuan-generic-structure-dan-contoh-terlengkap/ Dalam hal yang satu ini orangtua memberi pendidikan berdasar tingkat dari pemahaman anak dengan kata-kata yang positif, membuat rekayasa suasana sebelum anak di ekspos keluar. Secara sederhananya Anda bisa memberi ilustrasi dan juga pemahaman mengenai siapa saja yang boleh mendapat pelukan dan ciuman. Anda juga bisa memberikan kekuatan reward atau hadiah apabila sih anak mengerti dengan apa yang Anda ajarkan dan bukanlah kekuatan hukuman bila sih anak masih belum memahaminya.

Demikianlah tips memberikan edukasi seksual untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) yang bisa kami informsaikan. Semoga bermanfaat.

Baca juga artikel lainnya tentang desain rumah :